Analis Sosial
by Irwansyah Nasution
Batara TV Group ll nasional//- ini tidak main main kejadian Tauran di Tanjung Tiram oleh beberapa kelompok anak anak muda membentuk “Geng” perkelahian bermain bom Malotop sangat viral di media sosial bahkan teman saya yang berada di Jakarta menelpon saya kok bisa tauran kayak koboi gila di bulan suci Ramadhan polisinya tidur ya sambil berseloroh mengatakan ,teman di berbagai daerah lainpun bernada sama karena videonya itu tersebar di berbagai Grub Wa Pokdar Kamtibmas se-Indonesia,ada rasa malu sebagai orang Batu Bara ini bukan kebiasaan lagi, bahkan bergeser menjadi kebutuhan rutin dan agenda perkelahian pemuda yang selama ini di biarkan berkembang.
Seperti kejadian malam Minggu lalu dengan tanpa rasa malu gerombolan anak muda itu melemparkan Bom Malotop di beberapa titik jalan Beringin Tanjung Tiram untuk tidak mengenai rumah warga yang padat sangat mencekam, hal yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam sepuluh tahun terakhir.
Pertanyaan demi pertanyaan mengguncang sesak napas, sedemikian parahkah mencari rasa aman di Tanjung Tiram ? atau memang tidak ada lagi kepedulian kita dan rasa keperihatinan untuk menciptakan rasa aman dilingkungan kita yg terkenal dengan rasam Melayu yang katanya menjunjung ketinggian budi luhur ?.
Sebagai pengamat Sosial saya sendiri sudah mencoba mengurai kekhawatiran rasa aman bagi warga lalu membentuk 14 titik kelompok Sadar Kamtibmas di desa dari 12 kecamatan se kabupaten Batu Bara bersama unsur Kepolisian Polres dan Polsek setempat dalam lima tahun ini bahkan untuk membuktikan keseriusan tersebut saya terbitkan buku dengan judul “PESAN KAMTIBMAS” sebagai usaha partisipasi peduli dalam mendorong kemajuan pembangunan kabupaten Batu Bara bukan Omon-Omon.
Keamanan dan ketertiban itu bukan sekedar slogan kosong bagi semua pihak terutama aparat penegak hukum di bidang keamanan dalam hal ini kepolisian Polres Batu Bara tapi kadang abai dalam melakukan peran tugas yang di amanatkan pemerintah bersama rakyat secara sistemik terstruktur dan masif dalam mengelola keamanan.
kalau benar demikian kemana lagi masyarakat mempercayakan rasa aman itu kalau tidak dengan kepolisian Batu Bara ?.Kita perlu membangun budaya kritik Ceking And Balancing.karena hukum alamiah bagi satu pemerintahan yang maju dan beradab.
Bukan masanya lagi membangun imej dan pencitraan dengan kepalsuan tapi tidak di dasari kesungguhan hati padahal kita bodohi dan bohongi semua orang bahkan diri kita sendiri.Saat ini semua elemen harus menyadari bahwa untuk menuju pembaharuan kemajuan kebahagian pembangunan di Batu Bara harus berani berhenti dari kepura puraan dalam mengemban tugas masing masing bidang pekerjaan dan pengabdian pada bangsa dan negara.
Memang tugas pokok kepolisian menciptakan rasa aman warga dari segala tindakan keamanan terutama dalam hal perkelahian antar geng pemuda di Tanjung Tiram itu ,namun warga dan pemerintah daerah mestinya tidak membebankan semata mata pada pihak kepolisian saja tanpa partisipasi aktif menjaga lingkungan terutama di Tanjung Tiram yang istilah kepolisian daerah merah rawan kejahatan.
Saatnya Membentuk kolaborasi antar pemerintah dan warga bersama kepolisian Batu Bara dalam membangun ketertiban dan keamanan ,semua sudah terkonsep yang belum mengambil langkah serius menata kembali kelompok Sadar Kamtibmas yang sempat berkembang namun padam di tengah jalan .Kita tidak perlu menunjuk hidung siapa yang salah yang di perlukan menunjuk keberanian bahwa kita tidak takut dengan teror para pelaku geng Malotop itu.dengan menata ulang konsep Kamtibmas Batu Bara kedepan.
Bogak Tanjung Tiram,
Gedung Putih ,Selasa 24 Pebruari 2026.







