Razia di Diskotik Vegas Diduga seperti permainan petak umpet:, Kinerja Polres Asahan Disorot Publik
ASAHAN ll Batara TV Group//-Razia yang dilakukan jajaran Polres Asahan di tempat hiburan malam Diskotik Vegas pada Sabtu malam (16/5/2026) menuai sorotan publik. Razia yang dipimpin langsung Kapolres Asahan AKBP Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. bersama personel Satres Narkoba itu dinilai sebagian pihak terkesan hanya formalitas dan diduga sebagai upaya meredam sorotan masyarakat terkait isu peredaran narkoba di lokasi tersebu Sebelumnya, Diskotik Vegas berkali-kali diberitakan sejumlah awak media dan viral di media sosial karena diduga menjadi lokasi peredaran narkotika di wilayah Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.
Namun dalam pelaksanaan razia tersebut, petugas dikabarkan tidak menemukan pengguna, seperti permainan petak umpet saja. Bahkan Pengedar, maupun barang bukti narkotika. Kondisi itu memicu tanda tanya dari berbagai kalangan. Salah seorang warga Kisaran berinisial RZ mengaku heran dengan hasil razia tersebut. Kepada awak media, Minggu (17/5/2026), ia menilai razia itu terkesan telah diketahui sebelumnya.“Tidak mungkin Diskotik Vegas malam Minggu sepi. Jangan-jangan yang dites urine itu hanya karyawan Vegas,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan narasumber lain yang mengaku mengetahui situasi di lokasi sebelum razia berlangsung. Ia menyebut Diskotik Vegas disebut tidak menerima tamu sebelum aparat datang melakukan pemeriksaan.“Bang, sebelum razia tempat itu memang tidak menerima tamu. Makanya saat razia polisi tidak menemukan apa-apa,” kata narasumber tersebut.
Terpisah, Kapolres Asahan AKBP Nurvelani sebelumnya telah mengirimkan video dan pesan singkat kepada awak media sebagai bukti pelaksanaan razia di Diskotik Vegas. Dalam pesannya, Kapolres menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran narkoba.“Kami tetap berkomitmen melakukan penyelidikan sesuai informasi yang masuk,” tulis Kapolres Asahan.
Pihak awak media kemudian menyampaikan apresiasi atas langkah kepolisian tersebut serta menyatakan siap membantu pemberantasan narkoba di wilayah Asahan. Kapolres Asahan juga disebut meminta bukti-bukti pendukung yang dimiliki awak media terkait dugaan aktivitas narkotika di Diskotik Vegas. Namun permintaan itu belum dipenuhi dengan alasan menjaga keselamatan narasumber.
Menurut pihak media, kekhawatiran tersebut muncul setelah foto yang sebelumnya dikirim kepada Kapolres Asahan dan Kapolda Sumatera Utara diduga justru sampai ke tangan pegawai Diskotik Vegas.“Kami hanya akan menyerahkan bukti apabila ada tim dari Mabes Polri yang turun langsung,” ungkap awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik terkait razia di Diskotik Vegas masih menjadi pembahasan publik di Sumatera Utara, khususnya terkait keseriusan aparat dalam memberantas dugaan peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut.(Red/Tim)







