0
27

Wakil Ketua Komisi I Bonar Manik : Tunda Dulu Bangun Gedung KDMP di Gunung Rante Sebelum Ada Kejelasan Status Tanah

 

Batubara ll Batara TV Group//-Wakil Ketua Komisi I DPRD Batubara , Sumut, Drs Bonar Manik MM soroti permasalahan lapangan bola kaki didesa gunung Rante, Kecamatan Talawi, Batubara yang bakal dibangun Gedung Koperasi Merah Putih menuai protes dari warga masyarakat setempat dan viral di pemberitaan media massa dan medsos. Bonar manik, menyampaikan harapannya , Agar pihak pemerintah tunda dulu pembangunan gedung koperasi merah putih itu sebelum ada kejelasan tentang status areal tanah tersebut.

“Tunda dulu pembangunan gedung koperasi merah putih tersebut sebelum ada kejelasan status tanah. Sebab, warga masyarakat protes dan menolak itu dibangun. Warga mengangap lapangan bola itu bukan asset desa tapi hasil swadaya masyarakat terdahulu untuk sarana olahraga didesa, ,”ungkap  Bonar Manik anggota DPRD Fraksi PDIP Batubara saat dikonfirmasi wartawan Selasa(10/3/2023) via ponsel.

Bonar memandang , kalau Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KDMP) dipaksakan tentunya menghilangkan ruang publik dan melanggar aturan tata ruang sehingga menggangu fungsi lapangan sebagai sarana olahraga Masyarakat ,” ucapnya

Menurut Bonar, secara umum dirinya mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa lewat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, ia memberikan catatan penting agar pembangunan tersebut juga harus peka terhadap ruang publik. Apalagi seperti pemberitaan di media massa Kopdes dibangun di Lapangan bola kaki yang digunakan masyarakat sehari hari untuk sarana olahraga,” ungkapnya

Perlu diketahui, Sebelumnya seratusan warga desa Gunung Rante menolak di areal Lapangan Bola Kaki dibangun Gedung Kopdes Merah Putih. Salah’ Satu Tokoh Masyarakat ,Joan Silalahi , menolak keras, dan membentangkan spanduk protes agar tidak dibangun gedung Kopdes Merah Putih dilapangan bola. Sebab, dengan dibangunnya gedung itu sudah barang tentu menghilangkan ruang publik menggangu fungsi lapangan sebagai sarana berolahraga warga.  “Mau main bola dimana kami, Jangan paksakan diri, dan diharapkan Pemerintah untuk arif dan bijaksana dong memilih alternatif lokasi yang cocok selain lapangan bola tersebut, Areal HGU perkebunan kan luas, kan bisa pinjam pakai kayak Kopdes Desa Dolok Pop,”ungkap Joan Silalahi (red/Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini